malaikat dari bukit
siapa yang berdiri diatas bukit itu?
Dengan angkuhnya dia berdiri menantang langit
Dengan sayap putih kebebasan,dia tertawa merasa menang dengan apa yang dimilikinya
Tapi sebenarnya aku tahu, dia lemah
Dia tidak lebih dari sampah
Sampah yang mengotori setiap mata yang sedang melihatnya
Di masih berdiri dengan angkuh, tak menyadari kalau hatinya telah rapuh
Kini, matnya melihatku dengan sinis
Sejenak aku terpana dengan sayapnya yang indah itu, membuatku ingin memiliki separuh hatinya
Hari itu, burung camar mengajakku terbang untuk mendekati malaikat itu
Bunga mawar yang kusiapkan berubah menjadi pisau cinta yang menusuk jantungku, ketika aku tahu, bahwa sudah ada seseorang yang mempunyai separuh hatinya….
Aku jatuh dalam kepedihan
Dan tenggelam dalam air mata kesedihan
Cinta yang ada dalam hatiku telah terbakar tak berbekas
Sekarang dia bukanlah malaikat yang aku inginkan, tetapi kawat berduri yang menyayat hati
Ketika ia tersenyum dengan hiasan hatinya
Ketika dia tertawa dengan pujaan hatinya
Dan ketika dia bahagia bersama seseorang yang pantas dengannya
Kini, aku tak melihat malaikat yang angkuh lagi
Melainkan seekor tupai yang terjebak dalam lubang gelap
Hanya berharap penderitaannya akan lenyap
Inilah takdirmu malaikatku…..